FGD Komunitas HAKI Lampung – 11

Tantangan pemanfaatan paten Unila oleh industri dijawab melalui misi ketiga Puslitbang HAKI yaitu

MENGUSAHAKAN KOMERSIALISASI HAKI UNILA BEKERJA SAMA DENGAN UPT TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI, UPT PENGEMBANGAN KARIR DAN KEWIRAUSAHAAN, UPT PENGEMBANGAN KERJA SAMA DAN LAYANAN INTERNASIONAL, UPT LABORATORIUM TERPADU DAN SENTRA INOVASI TEKNOLOGI SEHINGGA PENDAPATANNYA BISA DIGUNAKAN UNTUK KEPERLUAN AKSESIBILITAS, EKUITAS, KEMANDIRIAN BADAN HUKUM PENDIDIKAN;

Pemanfaatan rumdis Warek III Unila melalui misi keempat Puslitbang HAKI yaitu

GOTONG ROYONG MEMBANGUN KOMUNITAS HAKI LAMPUNG YANG MENGHIMPUN SEMUA PEMANGKU KEPENTINGAN TERKAIT, BEKERJA SAMA DENGAN DITJEN KEKAYAAN INTELEKTUAL KEMENKUMHAM;

Dari Kota Bandar Lampung, Puslitbang HAKI bisa membuat jejaring ke semua icon Lampung yaitu: Pulau Sibesi, Gunung Krakatau, Kota Bandar Lampung, Menara Siger, Teluk Kiluan, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Way Kambas, dan Tanjung Setia.

Insya Allah, semua materi yang tercantum dalam Renstra Puslitbang HAKI khususnya terkait misi ketiga akan dibuat detilnya guna diserahkan kepada Perencanaan & Humas Unila untuk masuk dalam RKA KL 2017. Sebelumnya materi tersebut akan dibahas dalam Musyawarah Perencanaan HAKI Unila yang masuk dalam rangkaian acara HUT HAKI Unila 4 Januari 2016 hingga akhir bulan. Diharapkan nantinya bisa diwujudkan:

1) Kerja fasilitasi pemerintah tanpa mengintervensi keinginan pemilik produk barang dan jasa, hanya mempersuasi agar mereka mendaftarkan inovasinya ke DJKI, melibatkan masyarakat industri dalam Komunitas HAKI Lampung;

2) Promosi via Lampung Fair, VIP Room Bandara /Terminal /Pelabuhan, menjadi show room (menjadi show corner, show case di laboratorium di kampus) potensi HAKI Lampung, mengadakan contoh role model bagi masyarakat agar mereka tertarik;

3) Pemanfaatan kompetisi antar kabupaten /kota untuk memacu political will terkait amdal & HAKI untuk start up, mendorong pengelolaan HAKI melalui Stake Holder HAKI;

4) Semua stake holder di Komunitas HAKI mengurusi pendaftaran HAKI dengan biaya murah atau skema BOT (Build, Operate, Transfer) untuk mengubah paradigma HAKI cost center menjadi benefit /profit center.

Tinggalkan Balasan