Rapat 16 05 2016

Alhamdulillaah akhirnya pada hari Senin 16 Mei 2016 jam 14.00 s.d. sebelum pukul 16.00 wib bisa diselenggarakan Rapat Koordinasi Puslitbang oleh LPPM dipandu oleh Sekretaris, pak Hartoyo di Ruang Sidang LPPM Rektorat Lantai 5 Jln Sumantri Brojonegoro No. 1 Kel Gedung Meneng Kec Rajabasa Kota Bandar Lampung 35145. Hadir semua pengelola puslitbang kecuali pimpinan Puslitbang Biodiversitas Tropika yang berhalangan hadir karena sudah ada kegiatan terjadwal sebelumnya.

Dalam rakor puslitbang kali ini diperoleh kabar gembira karena sebagian program siklus kegiatan tahunan HAKI UNILA positif didanai yang akan cair per-September 2016 yaitu: 1) IPR Text and Data Mining untuk menelusuri potensi HAKI dari laporan hasil penelitian dan pengabdian sivitas akademik yaitu dosen, mahasiswa, dan karyawan, anggaran Rp 22.266.000,- ; 2) IPR Acceleration Workshop untuk mempercepat perolehan HAKI bagi 45 lulusan Diklatsar HAKI yang menjadi inventor terpilih oleh manajemen LPPM, para IPR expert dari Ditjen Kekayaan Intelektual, anggaran Rp 52.879.000,-; 3) IPR management for inventor (tercatat di Puslitbang HAKI sebanyak puluhan inventor) berupa commercialization special purpose vehicle dan supporting system organization, anggaran Rp 30.000.000,- TOTAL ANGGARAN DISETUJUI Rp 105.145.000,-

SAYANG MASIH ADA BEBERAPA KEGIATAN HAKI UNILA YANG BELUM MENDAPATKAN PENDANAAN KEGIATAN YAITU: 1) RAKORJA HAKI penentukan kebijakan kekayaan intelektual oleh para pimpinan kampus, anggaran Rp 35.000.000,- ini sudah termasuk dana operasional tahunan Sistem HKI Fakultas sebesar Rp 1.000.000,- tiap fakultas; 2) DIKLATSAR HAKI, untuk ratusan peserta dari dalam dan luar Unila, anggaran Rp 63.300.000,-; 3) VIRTUAL TECHNOPARK untuk sarana pemasaran semua HAKI yang sudah dimiliki UNILA, anggaran lebih dari Rp 300 juta, termasuk sarana prasarana pemasaran, pembuatan kontrak perjanjian kerja sama, dan rencana tindak lanjut lisensi dan fabrikasi hasil HAKI terutama patent.

Dari hasil pertemuan RASP dengan P Warsono, P Hartoyo, dan P Erdi di ruangan Ka LPPM Selasa 31 Mei 2016 sore hari, dihasilkan keputusan untuk TOP PRIORITY program IPR Acceleration Workshop dengan prioritas para inventor yang sudah terdaftar di DJKI semua permohonan patennya. Selain itu semua biaya pemeliharaan paten akan dimasukkan ke RKA /KL LPPM guna pembayaran pelunasannya.

Tinggalkan Balasan