Daftar (Komersialisasi) HAKI

Akan dilakukan analisa potensi paten dengan patent analysis software dalam kerangka Text and Data Mining atau IPR Expert System untuk inventarisasi potensi HAKI dan technology road mapping. Secara keseluruhan, seluruh inovasi yang hak atas kekayaan intelektual-nya terdaftar di DJKI dimiliki oleh Universitas Lampung via LPPM dikelola oleh Puslitbang HAKI dikategorikan dalam ranah-ranah sebagai berikut, disesuaikan project officer kepengurusannya:

1) Kedaulatan pangan; Dilakukan oleh Puslitbang Herbal atau penggantinya yaitu Puslitbang Gizi, Kesehatan, dan Herbal (Puslitbang2) dengan jejaring ke FMIPA, FK, dan FP. Puslitbang2 dibantu oleh Puslitbang Biodiversitas Tropika (Puslitbang7) sebagai pengganti Puslitbang Wanita dengan jejaring ke FISIP; Konsepsi (ide dasar) melibatkan peran wanita tani /kebun /taman Unila (?) dalam menjadikan tanaman obat keluarga (TOGA) menjadi (tanaman pangan) produktif dan menguntungkan.

2) Kedaulatan energi; Dilakukan oleh Puslitbang Lingkungan Hidup atau penggantinya yaitu Puslitbang Kebijakan Publik dan Pengembangan Wilayah (Puslitbang5) dengan jejaring ke semua fakultas; Puslitbang5 dibantu oleh Puslitbang Biomassa Tropika (Puslitbang8) dengan jejaring ke semua fakultas juga; Kreasi dalam pikiran inventor mengenai cara baru yang berguna untuk memecahkan masalah kelangkaan energi listrik, misalnya di kampus (Unila) dengan CSR batu bara dari KA Babaranjang yang tiap hari melintas dekat kampus untuk PLTU.

3) Kemaritiman; Dilakukan oleh Puslitbang Pesisir dan Kelautan (Puslitbang6) dengan jejaring ke FMIPA, FP, dan FT; Invensi terwujud ketika sebuah solusi dirumuskan, bukan pada saat masalah diketahui, misalnya dalam kasus Lampung Mangrove Center dan para nelayan terkait dengan peluang pembangunan PLTN muara sungai dekat Dente Teladas, Kab Lampung Timur.

4) Perindustrian; Dilakukan oleh Puslitbang Kebijakan Publik dan Pengembangan Wilayah (Puslitbang5) atau penggantinya yaitu Puslitbang Cassava (Puslitbang1) dengan jejaring ke semua fakultas; Bila dirasa perlu dilibatkan juga Puslitbang Inkubator Bisnis (Puslitbang9) dengan jejaring ke FEB; Ide dasar merupakan awal dari kegiatan mental dalam penciptaan sebuah invensi, misalnya komersialisasi HAKI terkait pemda dan pengusaha.

5) Pariwisata; Dilakukan oleh Puslitbang Budaya Lampung dan Kearifan Lokal atau penggantinya yaitu Puslitbang Sosial, Budaya, dan Pendidikan (Puslitbang4) dengan jejaring ke FKIP dan FISIP; Dibantu oleh Puslitbang Satwa Liar atau penggantinya Puslitbang Biodiversitas Tropika (Puslitbang7) dengan jejaring ke FMIPA; Perwujudan dari invensi, secara lengkap dalam semua detail penting, misalnya hutan pendidikan di Lampung Barat (hibah dari UB), melibatkan masyarakat lokal setempat, konservasi satwa liar, dan Lampung Mangrove Center.

KOMERSIALISASI HAKI

under construction

Tinggalkan Balasan