IPR PM (WIPO TISC, WIPO MATCH, DJKI, ASKII)

IPR Potential Mining [PM] (WIPO TISC, WIPO MATCH, DJKI, ASKII)

ACUAN: http://www.wipo.int/edocs/pubdocs/en/patents/1038/wipo_pub_1038.pdf

Judul awalnya adalah Pembuatan Aplikasi IPR Potential Mining dan Penerapannya untuk Menelusuri  Laporan Penelitian yang Berpotensi HAKI, Internal Review, dengan durasi pelaksanaan dimulai sejak 1 Nov 2016. Ternyata pembuatan jalan di tempat. Sejak adanya Rapat Koordinasi Sentra Kekayaan Intelektual Seluruh Indonesia di Malang 11-13 April 2017 dengan tema “Pemberdayaan Kekayaan Intelektual sebagai Aset Pendorong Perekonomian Nasional“, pembuatan aplikasi tersebut diarahkan ke TISC yaitu Technology and Innovation Support Center.

Program TISC dijalankan oleh WIPO dengan desain untuk memberikan para inovator akses mudah terhadap locally based, high quality technology information and related services. WIPO menjalankan program itu bersama pemerintah negara-negara anggotanya (melalui DJKI) untuk mendukung pendirian dan operasi efektif dari TISC.

Locally based services terkait dengan bagian perencanaan Proyek Konsolidasi Internal (Pembangunan Sistem HKI Fakultas semua yang ada di Unila) plus Dikominfo, Dikersa di level jurusan. Belanja jasa profesi dengan nara sumber dari luar Unila, direncanakan terkait dengan dua hal berikut:

  1. Pertama –> Text and Data Mining melibatkan Intellectual Property Rights (IPR) and licensing. IPR dilindungi oleh hukum nasional, bisa berbeda di tiap negara. Khusus untuk Indonesia dikelola oleh DJKI. Khusus untuk Unila dikelola oleh Puslitbang HAKI di level universitas dan oleh Pengelola HKI di level fakultas. Kebijakan lisensi boleh berbeda di tiap penerbitnya. Dalam tahun 2012 JISC (suatu registered charity di Inggris) menerbitkan laporan Value and Benefits of Text Mining pada keuntungan, penghalang, dan resiko diasosiasikan dengan text mining dalam United Kingdom. Khusus untuk Unila kebijakan lisensi dikelola oleh Puslitbang HAKI.

    IP Portfolio Mining

    Intellectual Property Portfolio Mining, Dig deeper into your IP potential –> hal ini perlu dilakukan untuk komersialisasi kekayaan intelektual. Puslitbang HAKI mengelolanya di situs URL http://staff.unila.ac.id/shki; http://www.generalpatent.com/consulting/ip-portfolio-mining.

    Pihak di atas dicoba dihubungi –> tiada respons melalui email address yang dikontak, meski pun begitu disiapkan cadangannya yaitu: 1) Suwanto Raharjo, Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains dan Teknologi AKPRIND, wa2n@akprind.ac.id; 2) Edi Winarko, Ilmu Komputer, FMIPA UGM, edwin@ugm.ac.id; –> kedua cadangan belum dihubungi karena dulu belum ada rekap data dari kunjungan sosialisasi ke fakultas dan program pasca sarjana (dimasukkan ke lingkungan fakultas).

  2. Kedua –> Patent data mining and effective patent portfolio management dari URL http://ip-science.thomsonreuters.com/m/pdfs/klnl/2004-11/patent-data-mining.pdf –> belum dihubungi.

Untuk melakukan peningkatan perolehan paten, perlu dibuat sistem yang dapat menelusuri potensi HaKI. Sistem ini perlu mempunyai banyak ukuran kinerja yang diseleksi dari variabel sistem endogen. Konsep yang penting yaitu perguruan tinggi dan lembaga litbang perlu menangani, merancang, dan mengembangkan kebijakan-kebijakan kekayaan intelektual –> diperoleh melalui kegiatan HAKI bagi Inventor.

 

High quality technology information and related services diadakan untuk memungkinkan  mengenali dan mengelola secara tepat kekayaan intelektual yang timbul dari penelitian dan karya akademis lainnya yang dihasilkan oleh peneliti. Layanan ini dalam bentuk sistem informasi. Perlu diidentifikasi potensi HaKI yang ada pada pusat riset di tingkat fakultas (bersama Pengelola Sistem HKI Fakultas), mau pun di tingkat universitas (bersama Puslitbang HAKI), yang meliputi potensi pemenuhan persyaratan perlindungan HKI sesuai peraturan perundangan yang berlaku, potensi komersial, dan potensi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

 

Pembangunan Expert System HaKI dalam kerangka WIPO TISC dan WIPO MATCH harus dilakukan agar inventarisasi dan data mining potensi HaKI dapat digunakan untuk mengenali dan mengelola secara tepat kekayaan intelektual yang timbul dari penelitian dan karya akademis lainnya –> dibutuhkan peran serta dari segenap stake holder universitas.

 

TUJUAN

Kegiatan ini bertujuan untuk membangun Expert System HaKI yang melakukan inventarisasi (WIPO TISC) dan data mining potensi HaKI (WIPO MATCH) untuk mengenali dan mengelola secara tepat kekayaan intelektual yang timbul dari penelitian dan karya akademis lainnya.

 

METODOLOGI DAN LINGKUP KEGIATAN

Metodologi dan lingkup kegiatan pengembangan aplikasi Expert System HaKI mencakup:

 

1. Analisis Kebutuhan; 2. Perancangan;

3. Pengembangan Aplikasi; 4. Pengujian;

5. Instalasi; 6. Perawatan.

 

KELUARAN

1. Tersedianya dokumen Software Requirement Specification (SRS) Expert System HaKI

Universitas Lampung.

2. Tersedianya aplikasi Expert System HaKI yang intuitif dan mudah digunakan.

 

HASIL YANG DAPAT DICAPAI

1. Mudah melakukan inventarisasi dan data mining potensi HaKI untuk mengenali dan

mengelola secara tepat kekayaan intelektual yang timbul dari penelitian dan karya

akademis lainnya.

2. Tersedia basis data digital informasi potensi HaKI yang bersumber dari hasil

penelitian di Universitas Lampung –> sementara berada di dua laman, dua email address milik Puslitbang HAKI.

 

INDIKATOR KEBERHASILAN

1. Tersedianya aplikasi Expert System HaKI untuk melakukan inventarisasi dan data

mining potensi HaKI untuk mengenali dan mengelola secara tepat kekayaan

intelektual yang timbul dari penelitian dan karya akademis lainnya.

2. Potensi HaKI dari data penelitian LPPM dapat dengan mudah dikenali dan dikelola, sementara melalui Pengolahan Data Manual sebelum Pengolahan Data Elektronis jadi.